gairah dalam bermimpi

Terima kasih telah bergabung dalam jejak para pemimpi, semoga anda dapat merasakan gairah disetiap jengkalnya.

Laman

Rabu, 11 Mei 2011

hujan yang tak pernah melupakan awan

butir-butir lembut berjatuhan
menetes membasahi bumi
daun-daun, gedung-gedung, dan semua hamparan tanah
syahdu berbalut nikmat dari-Nya
kata mereka

lihatlah, mereka yang mengais secuil harapan
dibalik deburan tetesan itu
berharap ia terus menyiram tak henti
bodoh sekali

kau tahu mengapa tetesan itu selalu ditunggu?
aku tidak,
mereka hanya ingin kau ada disana
menyejukkan jiwamu yang keruh
sedang aku, tidak, aku tidak butuh tetesan itu

aku bukanlah pohon yang selalu berharap hujan turun
aku bukan pula sungai yang hanya mengalir karna ada air
aku adalah diriku, persetan dengan alam
aku adalah sekarang, peduli apa dengan masa lalu
aku adalah meng-aku

kau yang ada di sana
yang berharap tetesan itu terus berjatuhan
lupakan saja, tidak ada yang lebih baik
melainkan mengubur harapan itu
benamkan nafasmu segera,
dan ikut bersamaku
sebab kita tidak lagi berada di kenyataan,
sebab kita sudah mati

engkau tidak labih dari mayat berjalan
tubuh hina yang tak berguna

kecuali engkau berkorban demi sebuah harapan
maka engkau layak hidup
harapan adalah sesuatu yang baik,
mungkin yang terbaik
hanya mayat sepertiku yang tak memiliki harapan

ketahuilah ada sejuta harapan
bersama tetesan hujan
bagaimanpun besarnya harapan itu
sadarlah, hujan tak pernah melupakan awan
bongkahan di ketinggian langit impian
menghasilkan hujan harapan


maknanya: puisi ini mengajarkan bahwa hidup harus memiliki harapan,
hanya mayat(orang yang sudah mati) yang tidak memiliki harapan.
aku : orang yang sudah mati
kau : orang yang diajak mati saja jika tidak memiliki harapan.

semaga bermanfaat, salam sahabat pemimpi...